Analisa Saham PGAS 22 Januari 2021

Berikut adalah analisa saham PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk). Analisa saham PGAS akan kita bahas baik dari sisi analisa teknikal maupun fundamental. Mari kita simak analisa saham PGAS terbaru ini.

Analisa Saham PGAS 22 Januari 2021
Prediski dan Analisa Saham PGAS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengalami penurunan volume distribusi gas sebesar 2,2% pada Desember 2020. ini berakibat volume distribusi gas PGAS selama 2020 turun 12,9% secara year on year (yoy) menjadi 828 BBTUD.

Pencapaian ini masih di bawah target PGAS yang berharap bisa distribusi sebanyak 870 BBTUD. Penurunan disebabkan penurunan distribusi dari PGAS sebesar -1,3% MoM. Sementara itu, distribusi dari sub holdingnya Pertagas yang mencatatkan kenaikan +41,1%.

Analis Panin Sekuritas, Juan Oktavianus dalam riset 21 Januari 2021 menjelaskan, penurunan disebabkan permintaan yang rendah akibat pandemi Covid-19. Terutama dari pembangkit listrik yang menjadi pangsa pasar terbesar dari PGAS sebesar 41,8%.

Analisa Fundamental PGAS

Dari data yang ada, Panin Sekuritas masih memberi rekomendasi saham PGAS untuk buy dengan target harga Rp 2.000. Panin Sekuritas masih merekomendasikan beli saham PGAS karena kombinasi dari potensi peningkatan volume didorong dari peningkatan aktivitas industri serta penurunan harga gas industri. Selain itu, peningkatan harga minyak di 2021 akan meningkatan kinerja SAKA.

Analisa Teknikal PGAS

Sementara berdasarkan analisa teknikal, PGAS juga sedang dalam trend naik pada minggu ini. Dengan resistance terdekat di Rp. 1.900, target ke angka Rp. 2.000 memang cukup realistis jika kita melihat dari grafik.

Terilhat pada grafik, resistance Rp. 1.900 telah tersentuh dua kali, jika harga ini tembus, hampir bisa dipastikan saham PGAS akan terus melanjutkan trend naik. 

Namun sebaliknya, jika harga tidak mampu untuk menembus harga Rp. 1.900, akan ada kemungkinan PGAS akan mengalami koreksi.

Sebagai langkah aman, tunggu sampai harga menembus resistance Rp. 1.900, baru beli dengan target jual di harga Rp. 2.000 seperti pada analisa fundamental di atas.