Apa Itu Virus Ebola? Apa Berbahaya?

Ebola adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus ebola. Dengan tingkat kematian mencapai 90%, ebola dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Lalu seberapa berbahaya virus ebola ini?

Apa Itu Virus Ebola? Apa Berbahaya?
Apa Itu Virus Ebola

Penyakit ebola pertama kali ditemukan di Afrika pada 1976. Tepatnya, di dua outbreak yang terjadi bersamaan. Yaitu di sebuah daerah terpencil di Sudan dan sebuah desa yang terletak dekat sungai Ebola di Congo. Lokasi inilah yang kemudian menjadikan nama ini sebagai penyakit Ebola atau virus Ebola.

Meski sudah ditemukan sejak 1976, ebola masih menjadi wabah yang ditakuti. Dan yang terbarau, WHO melaporkan adanya wabah virus ebola di Kongo pada Senin (1/6/2020). Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal sejak infeksi yang terjadi sejak pertengahan Mei.

Asal Virus Ebola

Seperti diterangkan di web Kementrian Kesehatan RI, sumber virus ebola belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan bukti yang ada, kelelawar pemakan buah (Pteropodidae) diperkirakan menjadi host dari virus ini. Virus ini termasuk kedalam genus Filovirus, dimana infeksi virus dalam genus ini dapat menyebabkan kematian hingga 90 persen.

Beberapa sumber menyebutkan, ebola disebabkan oleh virus ebola yang ada pada hewan seperti monyet, simpanse, dan primata lainnya. Virus ebola disebarkan melalui kontak langsung darah atau cairan tubuh pengidap. Seperti urine, tinja, air liur, serta air mani, dengan hidung, mata, mulut, atau luka terbuka pada orang sehat.

Belum Ditemukan Vaksin Ebola

Meski sudah ditemukan sejak tahun1976, namun hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan pengobatan spesifik untuk ebola. Hal ini disebabkan karena virus yang muncul secara sporadic. Untuk itu kita perlu waspada, karena potensi terjadinya pandemi penyakit virus ebola sangat besar. Mengingat ebola mudah menular dan adanya mobilitas tinggi masyarakat dunia.

Dengan ditemukannya kasus ebola akhir-akhir ini, dan di tengah pandemi covid-19, kita harus waspada dengan serangan virus-virus berbahaya ini.

Gejala Penyakit Ebola

Gejala yang ditimbulkan virus Ebola umumnya dirasakan pengidap dalam 5-10 hari setelah terinfeksi. Beberapa gejalanya, antara lain:

  • Demam
  • Nyeri kepala yang berat
  • Menggigil
  • Lemah
  • Mual dan muntah
  • Diare yang dapat disertai darah
  • Mata merah
  • Ruam pada kulit
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Penurunan berat badan
  • Pendarahan dari mata, telinga, hidung, dan anus

Faktor Resiko Ebola

Beberapa faktor risiko Ebola, antara lain:

  • Berkunjung ke negara-negara di Afrika
  • Penelitian dengan menggunakan hewan percobaan
  • Petugas kesehatan yang kontak dengan pengidap
  • Petugas kamar jenazah yang mengurus jasad pengidap

Diagnosis Ebola

Ebola lebih sulit didiagnosis, karena tanda dan gejala awalnya terkadang menyerupai malaria atau tifoid. Dokter akan mendiagnosis Ebola dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang di laboratorium seperti:

  • Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA)
  • IgM ELISA
  • Polymerase Chain Reaction (PCR)

Pengobatan Ebola

Seperti telah disebutkan di atas, hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan untuk menyembuhkan Ebola. Pengobatan yang diberikan hanya bertujuan untuk mendukung kekebalan tubuh pengidap dalam memerangi virus. Beberapa langkah penanganan ebola, antara lain:

  • Pengidap Ebola wajib dirawat di ruang rawat intensif yang terisolasi
  • Terapi oksigen untuk mempertahankan kadar oksigen darah yang optimal
  • Terapi cairan infus dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit
  • Terapi untuk mengatasi infeksi sekunder yang dapat terjadi
  • Transfusi darah jika terdapat perdarahan