Ingin Cuan dari Dividen? Wajib Baca Perihal Dividen Ini!

Bagaimana cara mendapatkan cuan dari dividen? Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diketahui jika ingin investasi saham dan mendapatkan keuntungan dari dividen.

Ingin Cuan dari Dividen? Wajib Baca Perihal Dividen Ini!
Cuan Dari Dividen Saham

Setidaknya ada dua cara meraih keuntungan dalam investasi saham, yaitu dengan capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh ketika kita menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada saat kita membelinya.

Sedangkan dividen adalah keuntungan yang diperoleh dari kinerja perusahaan ketika mengalami keuntungan. Dan kali ini kita akan fokus membahas tentang dividen.

Dividen terdiri dari dua macam yaitu dividen saham dan dividen tunai. Dividen saham adalah kondisi dimana perusahaan memberikan dividen dalam bentuk penambahan kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Sedangkan dividen tunai adalah kondisi ketika perusahaan memberikan dividen dalam bentuk uang tunai yang akan ditambahkan ke dalam saldo Rekening Dana Nasabah kita.

Pemberian dividen tergantung dari kebijakan manajemen serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai besaran dividen yang akan dibagikan kepada investornya.

Ada emiten yang mampu membagikan dividen sebanyak dua kali dalam setahun yang biasanya jatuh pada bulan Mei dan November. Ada pula yang hanya sekali dalam setahun dan bahkan ada yang sama sekali tidak membagikan dividennya.

Buat Anda yang berinvestasi saham dengan orientasi untuk mendapatkan keuntungan dari dividen, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Pilih Perusahaan atau Emiten yang Rajin Bagi-Bagi Dividen

Tentu saja, karena target kita berinvestasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dari dividen, kita harus memilih perusahaan atau emiten yang rajin membagikan dividen setiap tahun. Untuk hal ini, kita bisa menggunakan indeks IDXHIDIV20 sebagai acuannya. Indeks IDXHIDIV20 adalah indeks yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia pada 2018 yang berisikan 20 emiten yang rajin membagikan dividen tunai dalam 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

2. Perhatikan Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio (DPR)

Selain menggunakan daftar perusahaan yang ada di indeks IDXHIDIV20, kita juga bisa memilih sendiri saham untuk mendapatkan dividen. Caranya dengan memperhatikan rasio dividend yield dan dividend payout ratio (DPR).

Dividend yield adalah hasil penghitungan dividen per saham dibagi dengan harga saham. Semakin besar dividen yield suatu emiten maka semakin besar keuntungan yang didapatkan oleh investor. 

Sebagai contoh, dividen per saham TLKM sebesar Rp2.750 dan harga saham TLKM saat dividen dibagikan sebesar Rp7.200. Dengan demikian diperoleh dividend yield sebesar 38,2%.

Itu artinya, dengan membeli saham ITMG sebesar Rp7.200, kita sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.750 (belum dikurangi oleh pajak dividen).

Jika dividend yield berguna untuk melihat sebesar besar keuntungan dividen yang diperoleh dibandingkan dengan harga sahamnya, DPR digunakan untuk melihat seberapa besar dividen yang dibagikan dari total laba bersih yang didapat oleh emiten. 

Semakin besar DPR maka semakin besar pula dividen yang dibagikan kepada investornya. Di contoh yang sama, DPR TLKM sebesar 81,9% yang artinya bahwa sebanyak 81,9% dari laba bersih yang diperoleh TLKM akan dibagikan kepada investornya. 

Sisanya sebesar 18,1% dijadikan laba ditahan untuk kebutuhan manajemen, baik untuk ekspansi atau aksi korporasi perusahaan lainnya.

3. Pahami Konsep Cum Date, Ex Date, Recording Date dan Payout Date Dividen

Setelah kita tahu saham apa yang ingin kita beli dan paham konsep dasar dari dividen yield serta DPR, lalu kapan waktu yang tepat untuk membeli sahamnya?

Setiap aksi korporasi seperti pembagian dividen dan right issue/HMETD, ada istilah "beli di cum date lalu jual di ex date".

Secara sederhana, cum date adalah hari terakhir investor membeli saham emiten tersebut untuk mendapatkan haknya. Lalu ex date adalah hari dimana investor sudah tidak bisa mendapatkan haknya.

Jika kamu hanya berorientasi untuk mendapatkan dividen maka disarankan untuk menjual saham ketika ex date. Ketika perusahaan mengumumkan ingin membagikan dividen, harga saham cenderung naik. Ketika memasuki ex date, harga cenderung turun karena para investor mulai menjual sahamnya.