Boikot Produk Prancis, Ini Daftar Produk Prancis di Indonesia

Daftar produk Prancis yang diboikot menjadi topik hangat di media sosial. Aksi boikot produk Prancis diserukan oleh beberapa negara Islam, termasuk Indonesia melalui MUI. Berikut adalah daftar produk Prancis di Indonesia.

Boikot Produk Prancis, Ini Daftar Produk Prancis di Indonesia

Aksi boikot produk-produk Prancis oleh sebagian besar negara Islam berawal dari pernyataan presiden Prancis yang dinilai telah melukai umat Islam. Saat itu, Macron mengatakan bahwa Islam adalah agama yang sedang krisis. Macron menambahkan bahwa ia bertekad akan melawan separatis Islam yang dianggap sebagai ancaman bagi komunitas Muslim di Paris.

Macron juga dikritik atas sikapnya yang tidak melarang penyebaran karikatur Nabi Muhammad SAW yang sempat menimbulkan kontroversi. Menurut Macron, karikatur tersebut merupakan bentuk dari kebebasan dalam berekspresi. Pernyataan Macron pun sontak mendapat kecaman karena gambar Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang dilarang keras di agama Islam.

Akibat pernyataan-pernyataan kontroversial Macron, gelombang boikot sejumlah produk asal Prancis kian hari semakin meluas. Sebuah organisasi besar di Turki bahkan mengeluarkan daftar produk asal Prancis yang diboikot di negara tersebut. Bahkan beredar juga berita yang mengatakan bahwa bintang sepakbola Prancis yang beragama Islam, yakni Pogba, pensiun dari timnas Prancis karena pernyataan Macron.

Indonesia sudah mengambil sikap melalui Kementerian Luar Negeri yang memanggil duta besar Prancis di Indonesia, Olivier Chambard. Meski begitu belum ada seruan untuk memboikot produk Prancis.

Namun, netizen Indonesia sudah sangat ramai membahas gerakan boikot produk Prancis. MUI juga telah menyerukan agar Indonesia khususnya umat Islam memboikot produk Prancis.

Yang perlu diketahui sekarang adalah produk Prancis apa saja yang ada di Indonesia. Berikut kami sampaikan datanya.

Daftar Produk Prancis di Indonesia

Sebagaimana dikutip CNBC Indonesia, Jumat (30/10/2020), produk-produk Prancis yang diekspor ke Indonesia mencapai US$ 1,68 miliar pada 2018. Di tahun berikutnya, nilai ekspor produk Prancis ke Indonesia meningkat menjadi US$ 1,8 miliar atau setara dengan Rp 26,1 triliun (kurs Rp 14.500).

Produk Prancis yang paling banyak diimpor Indonesia adalah pesawat terbang dan komponennya yang mencapai lebih dari 45% dari total impor. Prancis sendiri memang memiliki perusahaan manufaktur pesawat terbang. Yaitu Airbus yang bermarkas di Toulouse. Berbagai maskapai Indonesia menggunakan pesawat tersebut.

Selain itu, ada juga produk medis Prancis yang diimpor ke Indonesia. Ada juga bahan baku industri terutama untuk mesin dan peralatan listrik. Tidak hanya itu, produk-produk konsumen seperti minuman beralkohol hingga kosmetik dan perawatan diri juga banyak yang diimpor dari Prancis.

Untuk produk kecantikan asal Prancis yang cukup terkenal di Indonesia, yakni L'Oreal dan Garnier. Sementara untuk produk makanan ada merek-merek besar seperti Danone hingga Kraft yang produknya banyak tersebar di jaringan minimarket dan supermarket di Indonesia.

Produk Prancis yang ada di Indonesia juga menyentuh sektor otomotif, seperti Renault dan Peugeot. Ada juga Total dan elf di sektor energi.

Namun ternyata, produk-produk Prancis yang sangat tenar di Indonesia adalah merek-merek high end seperti Louis Vuitton, Chanel, Hermes, Yves Saint Laurent. Ada juga merek fesyen lainnya seperti Lacoste, Pierre Cardin.

Dalam catatan BPS, sepanjang Januari-Juli 2020 nilai total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta, turun 17% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Produk yang diimpor Indonesia antara lain, senjata dan peluru 282,029 kg senilai US$ 71,9 juta. Selain itu, pulp and waste paper 111,8 juta kg senilai US$ 45,9 juta. Juga ada impor mesin dan motor termasuk suku cadang 699.281 kg senilai US$ 436 juta.

Tercatat juga produk kesehatan dan farmasi sebanyak 681.044 kg, nilainya US$ 33,9 juta. Produk lainnya yaitu kedelai 120.743 kh nilainya US$ 73.370. Indonesia juga mengimpor mentega 286.790 kg nilainya US$ 238 juta.