Awas, Investasi Bitcoin Bisa Bikin Aset Jadi Nol!

Apakah Anda tertarik berinvestasi bitcoin? Atau bahkan Anda sudah investasi bitcoin? Ada hal penting yang harus Anda ketahui, dimana aset investasi bitcoin Anda bisa saja habis tidak tersisa.

Awas, Investasi Bitcoin Bisa Bikin Aset Jadi Nol!
Bitcoin

Harga bitcoin sempat anjlok lebih dari 20% pada awal pekan ini. Bitcoin memang terkenal sebagai aset dengan volatilitas yang sangat tinggi dan ekstrim. Ketika naik, harganya akan meroket, sebaliknya ketika turun akan terjun bebas.

Sebelum mengalami penurunan yang drastis Senin kemarin, bitcoin sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 41.998,75/BTC pada Jumat (8/1/2021). Peristiwa ini mengingatkan kembali pada tahun 2017, dimana saat itu mata uang kripto ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa kala itu yaitu US$ 19.458,19/BTC. Namun setahun berselang nilainya langsung ambrol hingga 80%.

Oleh sebab itu, bitcoin kerap disebut sebagai aset spekulasi semata. Msekipun kemudian status tersebut saat ini perlahan-perlahan mulai "coba dihilangkan", apalagi setelah investor institusional mulai berinvestasi di bitcoin. Banyak komentar-komentar positif bermunculnya mengenai bitcoin. Mulai dari mata uang alternatif, emas digital, aset safe haven, hingga aset lindung nilai terhadap inflasi.

Tidak hanya itu, masa depan bitcoin juga dipandang akan lebih cerah dibandingkan aset-aset lainnya. Hal ini karena bitcoin menjadi pilihan investasi kaum millennial. Hasil survei deVere Group, perusahaan financial advisory independen dan fintech, terhadap 700 lebih millennial di berbagai negara, sebanyak 67% menyatakan mereka memilih bitcoin sebagai aset safe haven ketimbang emas.

Volatilitas Ekstrim, Aset Bitcoin Bisa Jadi Nol

Yang masih menjadi masalah besaar adalah, volatilitas yang ekstrim dari bitcoin. Hal ini membuat cap sebagai aset spekulasi masih sulit dihilangkan. Bahkan, kenaikan tajam di tahun 2020 lalu, dan berlanjut di tahun ini membuat bitcoin diberi cap "mother of all bubbles" olah Bank of America.

"Reli bitcoin belakangan ini bisa jadi merupakan kasus spekulasi mania lainnya. Bitcoin terlihat seperti 'mother of all bubbles'," kata Michael Hartnett, kepala strategi investasi Bank of America, sebagaimana dilansir CNN Business, Jumat (8/1/2020).

Hartnett melihat bitcoin yang melesat sekitar 1.000% sejak awal 2019 jauh lebih besar dari kenaikan aset-aset yang pernah mengalami bubble dalam beberapa dekade terakhir. Harga emas yang melonjak 400% di akhir 1970an misalnya, kemudian bursa saham Jepang di akhir 1980an, hingga dot-com bubble di akhir 1990an.

Meski demikan, Hartnett tidak memberikan prediksi harga bitcoin akan nyungsep, ia hanya menunjukkan jika bitcoin menjadi contoh meningkatnya aksi spekulasi.

Sementara itu, otoritas pengawas keuangan Inggris (Financial Conduct Authority/FCA) memperingatkan investasi di bitcoin atau mata uang kripto memiliki risiko hilangnya semua modal.

"FCA menyadari beberapa perusahaan menawarkan investasi dalam bentuk aset kripto, atau pinjaman atau investasi terkait kripto yang menjanjikan return tinggi. Jika konsimen berinvestasi dalam produk-produk tersebut, mereka harus siap kehilangan seluruh uang yang digunakan," kata FCA sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (11/1/2021).

"Atas seluruh instrumen berisiko yang tinggi dan investasi yang bersifat spekulatif, masyarakat harus memastikan mereka benar-benar tahu kemana uang mereka diinvetasikan, risiko yang melekat, dan perlindungan dari regulator," kata FCA.

Di satu sisi, investasi bitcoin menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, namun disisi lain, risikonya juga tidak kalah besar. Apakah Anda siap investasi bitcoin?